melanieforassembly.com – Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat berupaya mencari alternatif untuk mengatasi masalah genangan air di Kompleks DPA dan DPR Meruya Selatan. Langkah ini diambil setelah rencana pembuatan sodetan dari perumahan di ujung kompleks tersebut ditolak oleh warga Kavling DKI.
Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menjelaskan bahwa proyek sodetan tersebut dimaksudkan untuk menangani keluhan warga mengenai adanya banjir. Namun, para penduduk Kavling DKI merasa khawatir bahwa pembangunan sodetan akan memperburuk kondisi banjir di wilayah mereka, karena posisi Kavling DKI lebih rendah. “Kami harus melakukan pengukuran untuk memastikan solusi yang tepat,” tegas Purwanti.
Pengukuran elevasi saluran sedang berlangsung, sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi solusi bagi masalah banjir di wilayah tersebut. Pada 5 Januari 2026, Purwanti mengungkapkan kepada warga dalam pertemuan dengan Wali Kota bahwa pengukuran ini penting guna menentukan arah aliran air.
Mengrespons penolakan yang disampaikan oleh warga Kavling DKI, yang merasa khawatir akan potensi genangan, Purwanti menegaskan bahwa rencana sodetan masih dalam tahap perencanaan, tanpa ada kegiatan fisik yang dilakukan saat ini.
Fajar Aridwianto, Ketua RT 04 RW 06 Meruya Selatan, menambahkan bahwa warga tidak keberatan dengan pembangunan perumahan. Namun, mereka khawatir jika pengalihan aliran air dilakukan, akan mengubah kondisi permukiman mereka dari yang kering menjadi berisiko banjir. Warga berharap solusi yang lebih baik bisa dicapai melalui dialog antara pihak-pihak terkait.