melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore mengalami penurunan sebesar 34,73 poin, setara dengan 0,46 persen, dan ditutup di posisi 7.559,38. Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif terkait pengumuman MSCI yang memperpanjang pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia hingga Mei 2026.
Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa keputusan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap konsistensi dan efektivitas reformasi yang diterapkan oleh otoritas Indonesia, terutama dalam transparansi data kepemilikan saham dan rencana penaikan batas minimum free float menjadi 15 persen. Meskipun MSCI mengaku menghargai upaya reformasi yang dilakukan, evaluasi lebih lanjut akan dilakukan sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, pasar juga mengantisipasi penghapusan saham dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) yang berpotensi mengurangi daya tarik investasi. Namun, Ratna menyatakan bahwa kekhawatiran mengenai potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market mulai mereda.
Di sisi lain, bursa saham regional Asia menyaksikan penguatan yang signifikan, didorong oleh tanda-tanda kemajuan diplomatik di Timur Tengah. Investor menyambut baik kemungkinan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang dapat mengurangi ketegangan geopolitik.
Selama sesi perdagangan, sektor industri tercatat naik 2,71 persen, sementara sektor energi mengalami penurunan terdalam sebesar 1,07 persen. Dari total 2.706.602 transaksi, sebanyak 386 saham mencatatkan kenaikan, sedangkan 264 saham mengalami penurunan. Pasar saham global menunjukkan optimisme menjelang pembicaraan internasional yang diharapkan dapat menciptakan kestabilan.