melanieforassembly.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana dua perusahaan mercusuar untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada kuartal I tahun 2026. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Gede Yetna, menjelaskan bahwa kedua perusahaan tersebut beroperasi di sektor infrastruktur dan pertambangan.
Nyoman mengungkapkan, BEI mendukung rencana IPO dari perusahaan-perusahaan di berbagai sektor, termasuk industri dan keuangan. Perusahaan mercusuar adalah istilah untuk perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar minimal Rp3 triliun dan porsi saham publik minimal 15 persen. Saat ini, ada sembilan perusahaan yang berada dalam antrean untuk IPO pada tahun depan.
Data dari BEI menunjukkan bahwa terdapat enam perusahaan dalam kategori skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar. Satu perusahaan masuk dalam kategori skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan dua perusahaan lainnya merupakan perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar. Hingga 24 Desember 2025, sebanyak 26 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp18,11 triliun.
Berdasarkan sektor, tiga perusahaan berasal dari sektor keuangan, dua dari sektor material dasar, serta satu masing-masing dari sektor energi, industri, teknologi, dan transportasi logistik. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026, BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan dapat melaksanakan IPO pada tahun tersebut. Dengan langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan dinamika pasar modal Indonesia serta mendukung pertumbuhan sektor ekonomi yang lebih luas.