melanieforassembly.com – PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar 30 persen pada tahun 2026. Saat ini, total AUM KIM Indonesia tercatat mencapai Rp9,92 triliun per Desember 2025, meningkat signifikan sebesar 134 persen dibandingkan dengan Rp4,24 triliun pada Desember 2024.
Direktur Utama KIM Indonesia, Arfan F. Karniody, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa 2025 akan menjadi tahun terobosan bagi industri reksa dana di Indonesia, yang diprediksi tumbuh sebesar 35,94 persen, sesuai data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Arfan juga mencatat, meskipun pertumbuhan angka-angka tersebut menjanjikan, tantangan yang lebih besar adalah stagnasi yang telah berlangsung bertahun-tahun dalam total dana kelolaan industri reksa dana Indonesia. Dalam pandangannya, proyeksi pertumbuhan di sektor ini sangat optimis, dengan reksa dana berbasis pendapatan tetap dan non-market dipastikan akan mendominasi.
Perseroan berkomitmen untuk memperkuat posisinya sebagai Manajer Investasi melalui penyediaan berbagai solusi investasi yang profesional dan berkelanjutan. Selain reksa dana berjangka, produk KIM Indonesia juga mencakup reksa dana campuran dan ETF.
Sejak tahun 2019, dana kelolaan KIM Indonesia mengalami lonjakan hingga 1.259 persen, mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi dan pengelolaan perusahaan. Arfan menegaskan bahwa perusahaannya akan terus mendukung penguatan pasar modal Indonesia melalui inovasi investasi yang berorientasi jangka panjang dan berfokus pada kepuasan investor.