melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Selasa ini, 29 Desember 2025, akibat aksi ambil untung yang dilakukan oleh para pelaku pasar. IHSG dibuka melemah sebesar 16,85 poin atau 0,20 persen, berada di posisi 8.627,40. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 4,51 poin atau 0,53 persen, menjadi 847,52.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa menjelang awal tahun 2026, para investor diharapkan dapat menganalisis sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis. Dia memproyeksikan Indeks S&P Global Manufacturing PMI untuk bulan Desember 2025 akan meningkat ke level 53,6, dibandingkan dengan 53,3 pada bulan sebelumnya. Inflasi bulanan diperkirakan mencapai 0,2 persen untuk Desember, dengan inflasi tahunan diprediksi sebesar 2,5 persen.
Dari perspektif internasional, investor memantau publikasi FOMC Minutes dari pertemuan Federal Reserve pada Desember 2025. Terdapat harapan bahwa The Fed akan segera mengakhiri siklus pengetatan kebijakan moneter, yang mendorong ekspektasi penurunan suku bunga pada tahun depan. Data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah belakangan ini memperkuat spekulasi tersebut.
Pada hari yang sama, bursa saham Eropa juga menunjukkan variasi, dengan indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,09 persen, sementara indeks lainnya bergerak fluktuatif. Secara keseluruhan, pelaku pasar global tetap berhati-hati sambil menunggu data yang lebih jelas terkait kondisi ekonomi. IHSG dan pasar saham regional menjadi fokus dalam beberapa hari menjelang penutupan tahun.