melanieforassembly.com – Ahli memperingatkan bahwa susu UHT yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengandung komposisi dominan air, sehingga gizinya tidak optimal. Masalah ini mencuat di media sosial X setelah masyarakat mengetahui bahwa salah satu produk susu mengandung hingga 86 persen air dan hanya satu persen susu. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan produk tersebut sebagai susu dan manfaat gizinya bagi anak-anak usia sekolah.
Esti Nurwanti, seorang ahli gizi dan pendiri Gizi Nusantara, menyatakan bahwa produk ini kemungkinan telah memenuhi standar perizinan dan pengawasan dari regulasi. Namun, ia menegaskan bahwa dari segi gizi, produk tersebut tidak setara dengan susu cair murni. “Secara regulasi, produk dengan kadar air yang tinggi dan sedikit bahan susu memang bisa sah. Namun dalam hal gizi, jelas berbeda dengan susu murni,” tutur Esti.
Esti menambahkan, rendahnya kandungan susu berdampak pada kurangnya asupan protein, kalsium, dan mikronutrien penting, kecuali produk tersebut telah difortifikasi. Asupan gizi yang cukup sangat diperlukan oleh anak-anak usia sekolah untuk mendukung pertumbuhan tulang dan perkembangan otot mereka.
“Jika susu dalam program MBG bertujuan mendukung pertumbuhan anak, maka produk yang kandungannya minim susu tidak akan memberikan manfaat maksimal,” jelasnya. Implikasi atas temuan tersebut mendorong diskusi lebih lanjut mengenai pentingnya pemilihan produk gizi yang tepat bagi kesehatan anak di Indonesia.