melanieforassembly.com – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengumumkan penangkapan Gerald Brown, mantan pilot tempur Angkatan Udara, yang diduga melatih personel militer China secara ilegal. Brown, berusia 65 tahun, ditangkap di Indiana setelah kembali dari China, di mana ia tinggal sejak Desember 2023.
Tuduhan terhadapnya meliputi bersekongkol dengan warga negara asing untuk memberikan pelatihan terkait pesawat tempur kepada pilot Angkatan Udara China tanpa izin yang diperlukan dari Departemen Luar Negeri AS. Penangkapan ini menyoroti keprihatinan mengenai eksploitasi keahlian mantan anggota angkatan bersenjata oleh pihak asing untuk memperkuat kemampuan militer mereka.
Roman Rozhavsky, pejabat dari Divisi Kontra Intelijen dan Spionase FBI, menekankan bahwa pemerintah China secara aktif memanfaatkan keahlian anggota angkatan bersenjata AS, baik yang masih bertugas maupun yang pensiun, untuk memodernisasi militer mereka. Brown sendiri memiliki latar belakang yang mengesankan, dengan karier 24 tahun di Angkatan Udara yang mencakup posisi sebagai pemimpin unit sensitif dan instruktur pilot.
FBI memberikan peringatan bahwa tindakan kolaborasi dengan pihak yang dianggap sebagai musuh negara dapat mengancam keamanan nasional dan keselamatan personel militer AS. Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan sinyal tegas bahwa pihak berwenang tidak akan membiarkan praktik semacam itu berlanjut tanpa konsekuensi.
Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan terhadap anggota militer yang mungkin terlibat dalam kegiatan yang berpotensi merugikan negara, serta mempertegas komitmen pemerintah untuk menjaga integritas dan keamanan nasional.