melanieforassembly.com – Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, memberikan sejumlah rekomendasi untuk menjaga kondisi optimal dalam ekosistem pinjaman daring (Pindar). Dalam pernyataannya di Kantor Celios pada Senin (11/8), Huda menekankan pentingnya regulasi yang tepat untuk memberikan manfaat ekonomi bagi para pemberi pinjaman (lender) dan peminjam (borrower), guna memastikan kepastian dan stabilitas di sektor ini.
Dalam rekomendasinya, Huda juga mengajak pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap pinjaman daring ilegal melalui pembentukan kelompok kerja (pokja). Selain itu, dia menyoroti perlunya strategi pencegahan praktik penipuan dan gagal bayar yang marak terjadi.
Huda menjelaskan, fenomena gagal bayar yang meluas dapat mendorong orang lain untuk terlibat dalam siklus serupa. Ia mengharapkan keterlibatan Komisi Digital dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menindak konten ilegal dan memberikan solusi terkait masalah ini.
Lebih lanjut, Huda mengusulkan agar pemerintah memperkenalkan sistem credit scoring yang lebih bijaksana dengan memanfaatkan data berkualitas, sehingga dapat meningkatkan validasi kredit calon peminjam.
Di akhir, Huda menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan melalui kolaborasi kampanye edukasi yang semestinya masuk dalam kurikulum pendidikan. Ia menggarisbawahi bahwa upaya peningkatan literasi keuangan bukanlah tanggung jawab OJK atau Komisi Digital semata, namun menjadi urusan lintas sektor, termasuk pendidikan. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan pinjaman daring yang lebih sehat dan berkelanjutan.