melanieforassembly.com – Warga Jakarta Utara menegaskan penolakan terhadap segala bentuk tindakan anarkis yang terjadi baru-baru ini, termasuk penjarahan yang menimpa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani serta beberapa Anggota DPR RI seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya. Dalam upaya mencegah terulangnya insiden tersebut, Forum RT/RW Jakarta Utara mengadakan deklarasi damai yang dihadiri oleh 47 organisasi masyarakat.
Ketua Forum RT/RW Jakarta Utara, Suaib, menyatakan bahwa deklarasi ini bertujuan untuk menunjukkan sikap warga yang menolak semua aksi anarkis. Ia menjelaskan bahwa penjarahan tidak merepresentasikan karakter masyarakat Jakarta Utara yang sebenarnya. Suaib mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan.
“Penjarahan tidak murni merupakan gerakan masyarakat Jakarta Utara. Kami meyakini bahwa ada provokasi yang terlibat,” ungkap Suaib dalam keterangannya pada 11 Oktober. Ia berharap pihak kepolisian bertindak tegas dan mengambil langkah hukum terhadap pelaku penjarahan agar tidak ada tindakan serupa di masa depan.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, juga memberikan dukungan terhadap deklarasi damai ini. Ia menekankan bahwa menjaga kekondusifan adalah tanggung jawab bersama. Hendra berharap inisiatif warga dapat mendorong terciptanya suasana yang lebih aman dan damai, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pelaku usaha.
Dengan deklarasi ini, warga Jakarta Utara berkomitmen untuk memperbaiki citra mereka dan mencegah terulangnya peristiwa yang mencoreng nama baik masyarakat.