melanieforassembly.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Peresmian berlangsung di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1).
Dalam kegiatan tersebut, Prabowo tidak hanya meresmikan sekolah-sekolah tersebut, tetapi juga mengawasi proses belajar mengajar dan menikmati pertunjukan seni dari para siswa. Ia juga menyaksikan kegiatan makan bergizi gratis bagi siswa sebagai bagian dari program pendidikan yang inklusif. Pemerintah menegaskan bahwa proyek ini adalah prioritas dalam pembangunan manusia melalui pendidikan.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden yang bertujuan menjangkau masyarakat yang terpinggirkan. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci untuk memutus siklus kemiskinan yang sering terjadi di kalangan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Data menunjukkan bahwa sekitar 60 persen orang tua siswa bekerja di sektor informal dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan.
Proses penerimaan siswa dilakukan dengan ketat, melibatkan evaluasi oleh pendamping sosial dan Dinas Sosial. Saifullah menekankan bahwa seleksi dilakukan secara transparan tanpa adanya intervensi atau praktik suap. Seluruh langkah ini bertujuan memastikan bahwa siswa yang terpilih benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan.
Kunjungan Presiden Prabowo di Kalimantan Selatan juga dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya, menandakan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata di seluruh negeri.