melanieforassembly.com – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa Polri terbuka terhadap kritik sehubungan dengan isu tuntutan rakyat yang berjumlah 17+8. Pernyataan ini disampaikan di Mabes TNI, Jakarta, pada tanggal 5 September 2025. Trunoyudo menegaskan bahwa dalam era demokrasi, Polri harus siap menerima pendapat dan kritik dari masyarakat.
Menurutnya, kritikan menjadi bagian penting bagi Polri untuk melakukan evaluasi diri demi perbaikan di masa depan. Ia menyebutkan bahwa Kapolri juga menekankan hal yang sama, yaitu sikap terbuka terhadap kritik sebagai ciri organisasi yang modern. “Polri tidak antikritik,” katanya, menegaskan bahwa kritik merupakan tanda kepemilikan masyarakat terhadap kepolisian.
Brigjen Trunoyudo juga menjelaskan bahwa meskipun Polri siap menerima kritik, mereka tetap menghormati konteks dari tuntutan tersebut. Ia berharap agar masyarakat dapat memberikan masukan yang konstruktif agar institusi kepolisian bisa berkembang dengan lebih baik.
Selain itu, Trunoyudo juga mengapresiasi dukungan TNI dalam pengamanan aksi demonstrasi. Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara Polri dan TNI dalam menjaga keamanan selama kegiatan tersebut. “Kami sudah bekerja sama dari awal perencanaan hingga pengamanan,” ujarnya.
Dengan pernyataan ini, Polri menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang lebih baik di Indonesia.