melanieforassembly.com – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengumumkan rencana restrukturisasi menyusul keberhasilan transformasi perusahaan yang terjadi sepanjang 2025. Direktur Utama PT Krakatau Steel, Akbar Djohan, menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat industri strategis nasional, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Akbar menjelaskan bahwa hasil positif dari restrukturisasi, yang tercermin dalam laba bersih yang mencapai 24 juta dolar AS pada kuartal III 2025, menjadi fondasi untuk kontribusi lebih besar dari Krakatau Steel dalam mendorong kemandirian industri baja nasional. Selama periode ini, biaya usaha berhasil diturunkan hingga 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menciptakan struktur biaya yang lebih sehat.
Dari sisi operasional, volume produksi baja konsolidasi mencapai 740 ribu ton, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Sejalan dengan ini, penjualan baja juga menunjukan tren positif dengan peningkatan dari 226 ribu ton di kuartal I menjadi 269 ribu ton pada kuartal III.
Akbar optimis bahwa fundamental usaha akan terus membaik, dengan nilai aset mencapai 825,3 juta dolar pada akhir tahun ini. Hal ini didukung oleh dukungan dan pinjaman dari Danantara sebagai pemegang saham Seri B, yang penting untuk menjaga likuiditas dan mendukung program efisiensi perusahaan.
Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Krakatau Steel juga menetapkan susunan pengurus perseroan yang baru. Akbar diharapkan dapat memandu perusahaan menuju pertumbuhan berkelanjutan di periode yang akan datang.