melanieforassembly.com – BMKG terus memantau cuaca secara intensif dan mengeluarkan peringatan dini terkait risiko banjir di wilayah Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Peringatan ini menyusul terjadinya hujan lebat yang dapat berlangsung lama, berpotensi meningkatkan genangan air. Menurut Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, hujan dengan intensitas sedang di Jakarta tidak selalu berujung pada banjir berkepanjangan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti durasi hujan, kondisi drainase, serta kondisi pasang laut.
Hujan sedang yang terjadi berulang atau berlangsung lama dapat menambah akumulasi air sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya banjir. Masyarakat di Jakarta Utara, Pusat, Barat, Timur, serta wilayah sekitar seperti Kabupaten Bekasi dan Bogor diimbau untuk mewaspadai potensi curah hujan yang lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan.
BMKG memprediksi risiko cuaca ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, dengan catatan hujan lebat berpotensi terjadi di Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat. Data cuaca menunjukkan curah hujan dengan intensitas lebat di Jawa Tengah mencapai 188.4 mm/hari.
Hujan yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir mayoritas berskala ringan hingga sedang. “Dominasi hujan lebat dalam seminggu ke depan diakibatkan oleh kombinasi sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia,” jelas Andri. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tetap waspada terhadap dampak hidrometeorologi, terutama di kawasan rawan banjir.