melanieforassembly.com – Bali, sebagai destinasi pariwisata terkenal di dunia, kini tengah berupaya meningkatkan kenyamanan dan kesehatan lingkungan bagi wisatawan dengan menyoroti isu kebiasaan merokok di kalangan pengunjung. Dr. Tri Budhi Baskara, seorang praktisi kesehatan, mengemukakan pentingnya membahas kesehatan publik, terutama terkait dengan perilaku merokok di sektor pariwisata, dalam acara SAPA Bali 2025 yang berlangsung di Denpasar pada 5 Oktober 2025.
Dalam acara tersebut, Dr. Tri Budhi menekankan bahwa banyak wisatawan yang berkunjung ke Bali dengan tujuan melakukan wellness dan mindfulness, meskipun memiliki latar belakang kesehatan dan kebiasaan yang beragam, termasuk merokok. Dia mengusulkan penerapan pendekatan pengurangan risiko terhadap kebiasaan merokok untuk membantu pengunjung menemukan opsi yang lebih sehat selama perjalanan mereka.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menyoroti pentingnya pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular yang muncul dari kebiasaan merokok. Mereka mendorong penggunaan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, sebagai pilihan bagi perokok dewasa yang belum dapat sepenuhnya berhenti merokok. Pendekatan ini dianggap mampu mengurangi paparan asap dan TAR yang merupakan faktor risiko utama.
Peneliti drg. Siti Sopiatin dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran melengkapi diskusi tersebut dengan hasil kajian yang menunjukkan bahwa pengguna produk penghantaran nikotin tanpa pembakaran cenderung memiliki kesehatan mulut yang lebih baik dibandingkan perokok konvensional. Dengan pendekatan ini, Bali berharap dapat menjadi destinasi yang lebih ramah kesehatan bagi semua pengunjung.