melanieforassembly.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di DKI Jakarta tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Michael Sitanggang, Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dalam sebuah seminar daring pada hari Rabu. Michael menjelaskan bahwa awan yang diluruhkan dalam operasi ini tidak jatuh di kawasan pemukiman, sehingga diharapkan tidak ada dampak kesehatan yang serius bagi warga.
Penelitian dan kajian tentang OMC terus dilakukan untuk membuktikan secara ilmiah bahwa metode ini aman untuk kesehatan. Michael merinci bahwa salah satu manfaat OMC adalah penurunan intensitas hujan yang membantu mengurangi risiko banjir di Jakarta. Metode modifikasi cuaca ini awalnya dikembangkan di Thailand pada 1970-an dan mulai diadopsi di Indonesia pada 2000-an, serta aktif digunakan di Jakarta sejak tahun 2020.
Dalam pelaksanaannya, OMC dilakukan dengan menabur garam dapur berukuran kecil di awan yang tidak berada di atas wilayah Jakarta. Garam tersebut akan meluruh di laut, sehingga tidak mengganggu permukiman. Awan hujan di Jakarta umumnya bergerak dari arah barat dan berasal dari wilayah Selat Sunda serta utara Banten.
Selain itu, Michael juga menegaskan bahwa OMC tidak sepenuhnya menghilangkan hujan. Pada puncak musim hujan, tetap ada awan yang berpotensi menyebabkan hujan di Jakarta. Berdasarkan evaluasi data curah hujan, OMC dilaporkan mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen antara 30 Januari hingga awal Februari. Dengan demikian, OMC berperan penting dalam mengelola dampak cuaca ekstrem dan mencegah banjir di Ibu Kota.