melanieforassembly.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pentingnya penguatan kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia menjelang pergantian jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Dalam konferensi pers hasil rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan proses pemilihan direksi BEI akan segera berlangsung.
Inarno menyatakan bahwa ini adalah momentum krusial untuk menjaga integritas dan perlindungan investor. OJK berfokus pada pengawasan perdagangan yang lebih efektif guna mengurangi praktik yang tidak wajar serta memastikan pasar tetap adil dan transparan. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan investor di pasar modal.
Selain itu, OJK menekankan perluasan pasar melalui pengembangan produk serta peningkatan likuiditas dengan melibatkan lebih banyak investor, baik domestik maupun global. Ia menambahkan bahwa ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber menjadi imperative seiring dengan semakin digitalnya proses transaksi di pasar modal.
Jajaran Direksi BEI saat ini akan berakhir masa jabatannya pada Juni 2026, termasuk Direktur Utama Iman Rachman dan beberapa direktur lainnya yang terpilih dalam RUPS pada 29 Juni 2022. Inarno menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK dan BEI untuk menciptakan pasar modal yang lebih efisien dan berintegritas ke depan.
OJK berharap proses pemilihan direksi mendatang dapat dilakukan secara akuntabel dan mengikuti ketentuan yang berlaku, sebagai langkah untuk memperkuat sistem pasar modal Indonesia.