melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore mengalami kenaikan signifikan menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. IHSG ditutup menguat 84,55 poin atau 1,20 persen, berada di angka 7.106,84. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 8,69 poin atau 1,22 persen, mencapai posisi 722,41.
Penguatan IHSG dipicu oleh optimisme di pasar saham global, terutama akibat kenaikan harga saham di Wall Street yang terus berlanjut. Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, sentimen positif ini mendorong pelaku pasar untuk berinvestasi. Di sisi lain, ketidakpastian terkait keputusan Bank Sentral AS, The Fed, mengenai suku bunga, yang dijadwalkan pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 17-18 Maret 2026, turut mempengaruhi pasar.
Fluktuasi harga minyak juga menjadi sorotan, seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Serangan Iran terhadap infrastruktur energi di sekitar Teluk Persia menimbulkan kekhawatiran, meskipun ada harapan pemulihan akses di Selat Hormuz. Di domestik, komitmen pemerintah terhadap disiplin fiskal tetap tegas, dengan penekanan bahwa defisit anggaran 3 persen terhadap PDB hanya akan dilanggar dalam situasi krisis berat.
Bank Indonesia juga memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memenuhi target inflasi yang telah ditetapkan. Pasar saham Indonesia dijadwalkan tutup mulai Rabu (18 Maret) dan kembali beroperasi pada Rabu (25 Maret) untuk merayakan Hari Raya.
Secara keseluruhan, bursa saham Asia mencatatkan berbagai pergerakan, dengan beberapa indeks mengalami penurunan, sementara yang lain mencatatkan penguatan. Frekuensi perdagangan di BEI mencapai 1.555.645 transaksi, dengan total nilai transaksi mencapai Rp23,86 triliun.