melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada Jumat sore, didorong oleh sentimen positif dari domestik dan global. IHSG ditutup naik sebesar 11,28 poin atau 0,13 persen, mencapai posisi 8.936,75. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mencatatkan peningkatan sebesar 0,05 persen ke level 868,02.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa baik faktor eksternal maupun internal berkontribusi pada penguatan IHSG. Dari bursa Asia, terjadi kenaikan seiring dengan meningkatnya pengeluaran rumah tangga Jepang yang memicu optimisme pasar. Di sisi lain, inflasi di China tercatat mencapai 0,8 persen secara tahunan yang menandakan perbaikan daya beli.
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai level 123,5, menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi. IHSG dibuka dengan tren positif dan terus bertahan hingga penutupan sesi perdagangan.
Dari sisi sektoral, sembilan sektor mencatatkan penguatan, terutama sektor barang konsumen non-primer yang meningkat hingga 3,30 persen. Namun, sektor infrastruktur mengalami penurunan terparah sebesar 1,40 persen.
Dalam hal frekuensi perdagangan, tercatat 3.468.511 transaksi yang melibatkan 57,02 miliar lembar saham dengan nilai Rp27,45 triliun. Total saham yang mengalami kenaikan mencapai 359, sementara 318 saham mengalami penurunan.
Indeks bursa saham regional juga menunjukkan tren positif, dengan Nikkei naik 1,61 persen dan Hang Seng naik 0,32 persen. Dengan berita ini, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan domestik untuk menentukan arah investasi ke depan.