melanieforassembly.com – Mohamed Salah menyoroti pentingnya menjelaskan penyebab kematian Suleiman al-Obeid, mantan pemain timnas Palestina yang dikenal sebagai “Pele Palestina.” Suleiman tewas pada Rabu, 6 Agustus setelah diserang oleh pasukan Israel di Jalur Gaza. Berdasarkan informasi dari Asosiasi Sepak Bola Palestina, pria berusia 41 tahun tersebut terkena tembakan saat berada di antara warga yang menunggu bantuan kemanusiaan.
UEFA, badan sepak bola Eropa, mengenang Suleiman dengan ungkapan duka dan pujian atas kontribusinya dalam dunia sepak bola. Namun, Salah mengkritik mereka melalui akun media sosial, mempertanyakan mengapa penyebab kematian Suleiman tidak disebutkan. Ia menegaskan pentingnya transparansi dengan menanyakan: “Bisakah Anda memberi tahu kami bagaimana ia meninggal, di mana, dan mengapa?”
Suleiman lahir di Gaza, memiliki lima anak, dan tercatat telah membela Palestina dalam 24 pertandingan internasional. Kematian Suleiman menjadi bagian dari tragedi yang menimpa banyak warga Gaza, terutama sejak konflik meningkat setelah serangan kelompok Hamas ke Israel pada Oktober lalu. PFA melaporkan bahwa lebih dari 660 orang dari komunitas olahraga dan kepanduan telah kehilangan nyawa, termasuk 321 di sektor sepak bola.
Salah, yang juga aktif menyuarakan isu-isu kemanusiaan, pernah menyerukan kepada pemimpin dunia untuk membukakan akses bantuan ke Gaza demi mencegah lebih banyak kehilangan nyawa. Ia kini bersiap memperkuat Liverpool di laga Community Shield melawan Crystal Palace di Stadion Wembley pada Minggu, 10 Agustus, sebagai pembuka musim kompetisi sepak bola Inggris.