melanieforassembly.com – Jepang baru-baru ini mengalami serangkaian gempa susulan setelah guncangan utama bermagnitudo 7,5 yang terjadi di wilayah utara negara tersebut. Dalam waktu 14 jam, lebih dari 10 gempa susulan tercatat, dengan kekuatan antara magnitudo 3,6 hingga 6,4, menurut informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA).
Gempa utama yang berkekuatan M 7,5 itu terjadi di Prefektur Aomori dan memicu peringatan tsunami untuk wilayah pesisir timur laut Pulau Honshu serta pesisir timur Hokkaido. Tsunami yang berasal dari gempa tersebut tercatat memiliki ketinggian maksimum sekitar 70 sentimeter, namun peringatan tsunami dicabut dalam waktu enam jam setelah kejadian.
Gempa berkepanjangan ini, yang berpusat pada kedalaman 54 kilometer di lepas pantai Aomori, menimbulkan intensitas lebih dari enam pada skala tujuh poin yang digunakan di Jepang. Laporan awal menyebutkan bahwa sedikitnya 30 orang mengalami cedera akibat guncangan tersebut.
Pihak pemerintah dan otoritas meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan mengenai peningkatan risiko terjadinya gempa besar dalam beberapa waktu terakhir, terutama di wilayah utara Hokkaido dan kawasan Sanriku di timur laut Jepang. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan yang lebih buruk.
Keberadaan gempa susulan ini menunjukkan betapa rentannya wilayah Jepang terhadap bencana alam, yang sering kali mengancam keselamatan penduduk dan infrastruktur di sekitarnya. Para ahli terus memantau situasi ini dengan harapan untuk memberikan informasi terbaru yang dibutuhkan masyarakat.