melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan pada Jumat pagi, seiring pelaku pasar memantau rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping. IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 20,54 poin atau 0,25 persen, mencapai level 8.294,89. Namun, indeks LQ45 yang mencerminkan 45 saham unggulan justru mencatat penurunan tipis sebesar 0,05 poin atau 0,01 persen, berada pada posisi 828,05.
Menurut Kevin Juido Hutabarat, Senior Retail Research Analyst BNI Sekuritas, IHSG diperkirakan akan terus naik dan menguji level resistance di 8.300 dan 8.350, dengan support di angka 8.250 dan 8.200. Rencananya, pertemuan Trump dan Xi akan dilaksanakan pekan depan di Korea Selatan.
Pelaku pasar kini juga menanti rilis data inflasi AS, yaitu Consumer Price Index (CPI), yang akan menjadi acuan bagi kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, laporan keuangan kuartal III-2025 dari perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di bursa Wall Street juga menjadi fokus perhatian.
Di sektor komoditas, harga minyak global mengalami kenaikan setelah pelaksanaan sanksi baru terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, terkait isu penyelesaian konflik di Ukraina. Dalam perkembangan domestik, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75 persen, dengan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 7,70 persen year on year pada September 2025.
Bursa saham Eropa dan Wall Street pun kompak menguat pada perdagangan sebelumnya, sementara bursa saham regional Asia juga mencatatkan kenaikan yang signifikan pada pagi hari ini.