melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore mengalami penutupan yang melemah, seiring dengan sikap pelaku pasar yang lebih memilih untuk menunggu pidato Ketua The Fed, Jerome Powell. IHSG ditutup dengan penurunan 53,10 poin atau 0,67 persen, berada di level 7.890,72. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan justru mengalami kenaikan tipis sebesar 2,03 poin atau 0,25 persen, mencapai 828,98.
Tim Riset Phintraco Sekuritas di Jakarta mengungkapkan bahwa aksi ambil untung (profit taking) terhadap saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar menjadi faktor utama yang membebani IHSG. Di sisi lain, pelaku pasar dari seluruh dunia sedang menantikan pidato Jerome Powell pada simposium Jackson Hole di Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (22/8).
Dari data ekonomi domestik, Indonesia melaporkan defisit neraca transaksi berjalan sebesar 3 miliar dolar AS pada kuartal II-2025, meningkat signifikan dari defisit 228 juta dolar AS pada kuartal I-2025. Defisit ini juga merupakan yang terbesar sejak kuartal II-2024, setara dengan 0,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bank Indonesia (BI) menargetkan defisit ini berkisar antara 0,5-1,3 persen PDB untuk tahun 2025.
Selain itu, pelaku pasar akan memperhatikan data jumlah uang beredar M2 di Indonesia untuk periode Juli 2025, yang diperkirakan meningkat sebesar 6,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Juni 2025 yang tercatat sebesar 6,5 persen (yoy).