melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore mengalami penurunan akibat meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. IHSG ditutup melemah 30,66 poin atau 0,37 persen di posisi 8.227,20, sementara indeks LQ45 juga turun sebesar 5,59 poin atau 0,70 persen ke level 788,02.
Situasi ini dipicu oleh ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap barang-barang impor dari China, yang dijadwalkan berlaku mulai 1 November 2025. Ketegangan ini muncul setelah China memperketat kendali ekspor mineral langka yang penting untuk berbagai produk elektronik dan otomotif, di mana negara tersebut mendominasi rantai pasok global.
Meskipun awal bulan ini terdapat kemajuan dalam perundingan dagang antara kedua negara, pembatasan yang diberlakukan China diharapkan berdampak signifikan pada perekonomian Asia Timur, termasuk Jepang dan Korea Selatan, dalam konteks teknologi dan industri otomotif. Pemerintah China menanggapi dengan menyerukan negosiasi dan mengancam akan merespons jika AS terus memprovokasi.
Dalam perdagangan, IHSG tetap berada di zona merah sepanjang sesi, didukung enam sektor yang mengalami penguatan, dengan sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan sebesar 2,74 persen. Meskipun beberapa saham, seperti TRJA dan GZCO, menunjukkan penguatan, banyak saham lain mengalami penurunan, termasuk POLU dan UANG.
Frekuensi perdagangan mencapai hampir 2,9 juta transaksi, dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 42,66 miliar lembar, bernilai Rp27,43 triliun. Di bursa regional Asia, tren negatif juga terlihat, di mana indeks Nikkei, Hang Seng, dan Shanghai semuanya mengalami penurunan.