melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi tekanan pada pekan depan, seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Hal tersebut dijelaskan oleh Hendra Wardana, Analis pasar modal dan Founder Republik Investor, yang menyatakan bahwa konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memasuki ranah risiko ekonomi global, tidak sekadar isu politik.
Hendra menekankan bahwa pasar modal merespons fenomena ini dengan pola “risk-off”, di mana investor cenderung menarik diri dari aset berisiko dan mencari perlindungan di aset “safe haven”. Terlebih, jika konflik memengaruhi arus pengiriman melalui selat Hormuz, harga minyak dunia bisa melonjak, berpotensi mengganggu inflasi dan suku bunga di berbagai negara.
Dampak yang dirasakan di pasar Indonesia dapat datang dari dua sisi. Pertama, terjadi kemungkinan arus keluar dana modal (capital outflow) karena menurunnya minat investor asing terhadap pasar negara berkembang. Kedua, ada risiko inflasi impor akibat kenaikan harga energi global. Situasi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan margin perusahaan.
Hendra memperkirakan IHSG dapat bergerak melemah dan menguji level dukungan di angka 8.133. Apabila level tersebut terlampaui, area psikologis 8.000 bisa menjadi level dukungan berikutnya, sementara resistance terdekat berada di 8.300. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua sektor akan terdampak negatif.
Bagi investor ritel, disarankan untuk bersikap disiplin dan selektif. Mereka dengan profil risiko agresif disarankan untuk mengambil peluang di sektor komoditas dengan manajemen risiko yang ketat, sedangkan investor konservatif diminta untuk bersikap “wait and see”. Pembacaan yang cermat terhadap rotasi sektor dan pengendalian risiko menjadi kunci dalam menghadapi situasi yang tidak stabil ini.
Pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG ditutup pada posisi 8.235,49, mengalami penguatan tipis sebesar 0,00 persen. Total frekuensi transaksi mencapai 2,5 juta kali, dengan 341 saham mengalami peningkatan nilai.