melanieforassembly.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mengatasi kemiskinan di ibu kota dengan menguatkan sumber daya manusia melalui peningkatan akses pendidikan bagi penduduk yang kurang mampu. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) menjadi prioritas dalam upaya ini.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, Gubernur Pramono menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 100 hari pertamanya, sebanyak 707.622 siswa telah menerima manfaat dari program KJP. Bantuan pendidikan yang diberikan berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu. Selain itu, program KJMU juga dihadirkan untuk mendukung mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, dengan 16.979 penerima manfaat tahun ini.
Pramono menambahkan bahwa pihaknya telah membantu sekitar 3.000 pelajar yang ijazahnya tertahan karena masalah keuangan, dengan target hingga akhir tahun dapat menebus total 6.500 ijazah. Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah agar ijazah tidak tertahan terlalu lama, yang bisa menghambat peluang kerja dan pendidikan.
Upaya lain yang diterapkan oleh Pemprov DKI adalah mengadakan pameran bursa kerja atau job fair untuk memfasilitasi pencari kerja. Hingga saat ini tercatat 13 job fair telah berlangsung, dengan target 21 job fair pada akhir tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan di Jakarta per Maret 2025 mencapai 4,28 persen, meningkat dari 4,14 persen pada September 2024. Hal ini menunjukkan adanya tantangan bagi pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan yang saat ini mencakup 464,87 ribu penduduk. Garis kemiskinan di Jakarta tercatat meningkat menjadi Rp852.798 per bulan, menandakan kebutuhan mendesak untuk langkah-langkah lebih lanjut dalam mengatasi masalah ini.