Site icon melanieforassembly.com

UNRWA Minta Penyelidikan Terkait Pembunuhan 390 Staf PBB Gaza

[original_title]

melanieforassembly.com – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mendesak pembentukan komisi penyelidikan tingkat tinggi untuk menyelidiki kematian 390 staf PBB yang terjadi selama konflik di Jalur Gaza. Seruan ini disampaikan oleh Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, dalam konferensi pers yang berlangsung di Jenewa pada 31 Maret 2026, menjelang akhir masa jabatannya.

Sejak Oktober 2023, konflik bersenjata di Gaza telah menelan banyak korban, membuat UNRWA menyoroti perlunya akuntabilitas internasional terhadap hilangnya nyawa pekerja kemanusiaan. Lazzarini menegaskan pentingnya menginvestigasi setiap kasus kematian staf UNRWA, sebagai langkah untuk melindungi hak-hak pekerja di wilayah konflik.

Dalam pernyataannya, Lazzarini meminta agar PBB segera membentuk panel independen yang akan melakukan penyelidikan mendalam. Dia mengungkapkan keyakinan bahwa perlu diadakan penyelidikan formal demi menjaga integritas organisasi dan menghentikan agresi yang terus berlangsung di Gaza. Meskipun ada beberapa upaya gencatan senjata, situasi di lapangan masih tegang.

Selain ketidakamanan, UNRWA saat ini terancam penutupan akibat krisis pendanaan yang parah. Larangan aktivitas UNRWA oleh Israel sejak Januari 2025, yang didasarkan pada tuduhan keterlibatan oknum karyawan dalam beberapa insiden, memperburuk akses bantuan bagi jutaan pengungsi Palestina yang sepenuhnya bergantung pada lembaga ini.

Kematian para staf UNRWA menjadi salah satu catatan tertinggi dalam sejarah misi kemanusiaan PBB, dan hal ini menunjukkan urgensi penanganan yang serius dari komunitas internasional. Lazzarini berharap investigasi dapat segera berlangsung untuk memberikan keadilan bagi para pekerja yang hilang.

Exit mobile version