melanieforassembly.com – Tiongkok meminta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menghentikan operasi militer terhadap Iran. Permintaan ini disampaikan setelah Trump mengancam meningkatkan serangan ke negara di Teluk tersebut. Dalam konferensi pers yang digelar di Beijing pada Kamis (2/4), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menegaskan bahwa tindakan militer tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan justru memperburuk konflik.
Mao Ning menyebut bahwa Tiongkok mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk segera menghentikan operasi militer. Menurutnya, peningkatan ketegangan di wilayah Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran internasional vital, disebabkan oleh operasi militer ilegal yang dilakukan oleh AS dan Israel. Tujuan dari penghentian operasi militer, kata Mao, adalah untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Sementara itu, Donald Trump berdalih bahwa operasi militer yang direncanakan dapat memberi tekanan lebih kepada Iran. Ia mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan serangan yang lebih kuat dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan. Trump juga menegaskan bahwa AS tidak lagi mengimpor minyak melalui Selat Hormuz, meskipun situasi di daerah tersebut tetap menjadi perhatian global.
Kedua negara saling berpendapat mengenai langkah yang harus diambil dalam menyikapi ketegangan di Teluk. Tiongkok menganggap bahwa menyelesaikan konflik melalui diplomasi adalah solusi yang lebih baik, sementara AS berfokus pada strategi militer. Dengan situasi yang terus memanas, langkah-langkah diplomatik dan militer dari kedua belah pihak akan terus diawasi secara ketat oleh komunitas internasional.