melanieforassembly.com – Pemerintah Indonesia tengah berupaya menyelamatkan habitat Gajah Sumatra, khususnya di Bentang Seblat, Bengkulu. Daerah ini dianggap krusial untuk menjaga populasi hewan ikonis tersebut. Melalui perluasan kawasan pergerakan, diharapkan habitat gajah dapat terlindungi dengan lebih baik.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan kunjungan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat pada Kamis, 11 Desember. Kunjungan ini menjadi momentum penting, karena ia adalah menteri pertama yang meninjau lokasi tersebut. Sebelumnya, Raja Antoni mendengarkan masukan dari 14 mahout dan 4 dokter hewan yang beroperasi di PLG Seblat, untuk memahami tantangan yang dihadapi dalam konservasi gajah.
Himawan Sasongko, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, menyatakan pentingnya kehadiran menteri dalam pengelolaan habitat gajah. Ia menjelaskan bahwa langkah ini memberi semangat baru bagi tim BKSDA dalam merawat gajah jinak di BLG Seblat, agar tetap lestari dan terintegrasi dengan Landscape Seblat yang lebih luas.
Raja Antoni juga menyoroti kegiatan tim operasi yang mengarah pada penyelamatan koridor Gajah Sumatra. Saat ini, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah berhasil menguasai kembali sekitar 7.790 hektare dari area perambahan. Tim Gabungan Merah Putih telah memusnahkan 17.200 batang sawit dan mengambil langkah tegas dengan menghancurkan beberapa infrastruktur ilegal.
Proyek restorasi dan konservasi untuk Gajah Sumatra diharapkan dapat dimulai pada Januari mendatang. Melalui tindakan yang terencana, pemerintah berharap dapat menciptakan kesatuan habitat yang mendukung kelestarian gajah di Provinsi Bengkulu.