melanieforassembly.com – Kasus robohnya tembok pembatas antara SDN 01, SDN 02, dan SMPN 130 di Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, menjadi perhatian pihak kepolisian. Insiden ini terjadi pada Rabu, 20 November 2025, dan menyebabkan beberapa sepeda motor milik warga tertimpa reruntuhan.
Kapolsek Palmerah, Kompol Gomos Simamora, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP). Gomos menambahkan bahwa detail mengenai penyebab robohnya tembok masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dan informasi lebih lengkap akan disampaikan di kemudian hari.
Salah seorang warga sekitar, Heni (55), berpendapat bahwa insiden ini disebabkan oleh struktur tembok yang tidak kuat menahan tanah akibat proyek renovasi yang sedang berlangsung, ditambah dengan hujan lebat yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden tersebut, meskipun empat sepeda motor mengalami kerusakan akibat tertimpa tembok.
Heni menjelaskan, akses gang di lokasi tersebut terhalang reruntuhan, memaksa warga untuk mengambil jalur memutar. Reruntuhan juga merusak kabel listrik, sehingga penghuni sekitar diimbau untuk tidak memasuki rumah mereka sementara waktu.
Sementara itu, proyek renovasi sekolah masih berjalan, dan kendaraan proyek terlihat bolak-balik di area tersebut. Rangkaian peringatan telah diberikan kepada warga untuk menjaga jarak dari area yang berpotensi membahayakan. Penanganan lebih lanjut terhadap situasi ini diharapkan dapat segera dilakukan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.