melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan penguatan yang optimis, setelah menembus level 8.200. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyampaikan harapan agar tren positif ini dapat berlanjut hingga akhir tahun. Pada Rabu pagi, IHSG dibuka dengan penguatan 31,86 poin atau 0,39 persen ke posisi 8.201,14.
Inarno mengungkapkan bahwa penguatan IHSG didorong oleh fundamental ekonomi yang solid serta kinerja baik dari emiten-emiten di BEI. Namun, ia juga mengingatkan para investor untuk tetap waspada terhadap berbagai sentimen eksternal, seperti situasi geopolitik dan inflasi global yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar. “Keputusan investasi perlu diiringi pengelolaan risiko yang baik,” katanya.
Sepanjang bulan September 2025, IHSG dan nilai kapitalisasi pasar saham mencatat rekor tertinggi. IHSG ditutup di level 8.061,06, mengalami peningkatan 2,94 persen month-to-month dan 13,86 persen year-to-date, sementara nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp14.890 triliun. Pada 24 September, IHSG mencapai rekor tertinggi di posisi 8.126,56.
Inarno juga mencatat bahwa seluruh indeks sektoral mengalami penguatan, meski sektor infrastruktur menunjukan penurunan. Sektor industri mencatat kenaikan terbesar. Likuiditas transaksi meningkat signifikan, dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp24,02 triliun.
Meskipun investor asing mencatat net sell sebesar Rp3,80 triliun selama September, kinerja pasar modal Indonesia masih menunjukkan tren positif. Perkembangan ini didukung oleh penguatan pasar saham global dan kestabilan perekonomian domestik.