melanieforassembly.com – Mengenal konsep mother wound dan cara mengatasinya menjadi penting dalam memahami dinamika hubungan emosional antara ibu dan anak. Mother wound merujuk pada luka emosional yang terjadi akibat ketidakmampuan seorang ibu dalam memberikan perhatian, kasih sayang, dan dukungan emosional yang memadai kepada anaknya. Luka ini tidak hanya diperoleh dari ketiadaan fisik ibu, tetapi juga dari kekurangan koneksi emosional yang sehat.
Psikolog Aghnis Fauziah, S.Psi., M.Psi., mengungkapkan bahwa meskipun kebutuhan fisik anak cepat terpenuhi, kebutuhan emosional seperti rasa aman dan validasi sering kali terabaikan. Hal ini menyebabkan anak tumbuh dengan perasaan kurang dicintai atau tidak berharga.
Dampak dari mother wound dapat membentuk pola perilaku yang tidak sehat ketika seseorang mencapai dewasa. Beberapa efek psikologis yang mungkin muncul mencakup rasa percaya diri yang rendah, kesulitan dalam mengelola emosi, dan masalah dalam hubungan interpersonal seperti ketakutan akan penolakan atau terlalu bergantung kepada orang lain. Selain itu, individu dapat mengalami perfeksionisme yang berujung pada kritik diri yang tajam.
Proses penyembuhan dari luka ini memang tidak instan, namun dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat. Di antara langkah penting tersebut adalah mengidentifikasi pola lama dalam pengasuhan, mengekspresikan rasa sakit melalui cara sehat seperti terapi, dan belajar mencintai diri sendiri. Menetapkan batasan yang sehat, berlatih regulasi emosi, serta melakukan proses reparenting juga merupakan bagian dari proses ini.
Dengan pemahaman yang tepat, individu dapat mengatasi dampak dari mother wound, memperbaiki kualitas hidup, dan membangun hubungan yang lebih sehat.