melanieforassembly.com – Cedera tulang atau sendi merupakan masalah serius yang sering dihadapi oleh atlet, baik profesional maupun amatir. Menanggapi situasi ini, Dr. Evan, Sp.OT (K), seorang spesialis ortopedi dan traumatologi, mengungkapkan metode inovatif untuk mempercepat proses penyembuhan cedera pada atlet.
Berbasis pada pengalaman di Aspetar Hospital, Qatar—sebuah pusat rujukan medis terkemuka untuk atlet global—Dr. Evan menyampaikan bahwa teknologi ortobiologik sangat membantu dalam pemulihan. Ia memaparkan bahwa penggunaan stem cell dan Platelet-Rich Plasma (PRP) dapat mempercepat regenerasi jaringan yang mengalami kerusakan dengan memanfaatkan sel-sel dari tubuh pasien itu sendiri.
Menurut Dr. Evan, durasi pemulihan patah tulang yang biasanya memerlukan waktu enam bulan dapat dipangkas hingga tiga bulan berkat teknologi ini. “Kita memanfaatkan sel-sel dari tubuh sendiri atau stem cell untuk mempercepat proses penyembuhan,” jelasnya dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta Pusat pada Kamis (2/4).
Teknologi ortobiologik ini juga menawarkan harapan bagi pasien dengan osteoarthritis atau pengapuran sendi, yang sebelumnya sering terpaksa menjalani operasi penggantian sendi. Dr. Evan menjelaskan bahwa tidak semua kasus penyakit ini harus diakhiri dengan tindakan bedah. Dengan pendekatan baru ini, pasien dapat memperoleh solusi yang lebih minim invasif.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan atlet dapat kembali beraktivitas lebih cepat dan mendapatkan perawatan yang lebih efektif dalam proses penyembuhan cedera. Kebangkitan pemanfaatan teknologi medis ini di Indonesia diharapkan membawa perubahan positif bagi dunia olahraga, khususnya dalam penanganan cedera.