melanieforassembly.com – Viral di media sosial, sebuah kafe di Bali bernama Buba Tea Bali menarik perhatian publik dengan konsep penyajian minuman yang unik, menggunakan kemasan infus. Video yang memperlihatkan hal ini diunggah di TikTok dan kemudian disebarluaskan melalui akun X @txtfrombrand, memicu perdebatan hangat di kalangan warganet.
Dalam video tersebut, perhatian utama tertuju pada keterangan D5 yang tercetak pada kemasan infus. Seorang perawat yang aktif mengangkat isu-isu kesehatan, ikut berbagi pandangan mengenai potensi bahaya dari penggunaan kemasan tersebut. Rizal, pemilik akun X @afrkml, menegaskan bahwa praktik ini harus segera dihentikan karena adanya label obat keras yang tertera pada kemasan.
Rizal juga mempertanyakan keberadaan label perusahaan yang tampaknya terhubung dengan kemasan tersebut. Ia menegaskan kekhawatiran bahwa kemasan infus ini bisa jadi merupakan limbah medis yang dipakai kembali, bukan produk baru yang disediakan untuk konsumen. Ia menambahkan, terlepas dari apakah kemasan tersebut baru atau bekas, keduanya memiliki risiko bagi kesehatan konsumen.
Adanya penggunaan kemasan infus yang didesain khusus untuk cairan kimia medis, tanpa standar food grade yang jelas, menjadikan situasi ini semakin mengkhawatirkan. Rizal juga menyoroti pentingnya memastikan keamanan produk makanan dan minuman yang dijual kepada publik, mengingat kurangnya uji coba penggunaan kemasan untuk cairan konsumsi.
Kehadiran isu ini menunjukkan perlunya penegakan regulasi yang lebih ketat dalam industri kuliner, terutama terkait dengan keselamatan konsumen. Beberapa pihak berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk menanggapi masalah ini demi melindungi kesehatan masyarakat.