melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan yang signifikan pada Selasa sore, ditutup naik 85,16 poin atau 1,06 persen, sehingga berada pada level 8.125,20. Hal ini dipicu oleh ekspektasi para pelaku pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) mendatang.
Dalam analisisnya, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelaku pasar memiliki optimisme terkait kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat yang melemah, disertai dengan tingkat inflasi yang terkendali. Ini diharapkan memberi ruang bagi The Fed untuk melanjutkan penurunan suku bunga, yang berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi global.
Selain faktor internasional, data domestik juga menunjukkan perkembangan positif. M2 Money Supply, yang mencerminkan jumlah uang beredar dalam arti luas, mengalami kenaikan 7,6 persen year on year (yoy) pada Agustus 2025, meningkat dari 6,6 persen (yoy) di bulan sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan perbaikan likuiditas sejalan dengan kebijakan moneter yang lebih longgar dari Bank Indonesia.
Saham-saham di sektor rokok juga menunjukkan penguatan berkat upaya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam memberantas peredaran rokok ilegal. Secara keseluruhan, sebelas sektor di IDX-IC mengalami kenaikan, dengan sektor barang baku memimpin penguatan sebesar 2,78 persen.
Dalam perdagangan hari itu, frekuensi transaksi terdaftar sebanyak 2.496.066 kali, dengan total nilai transaksi mencapai Rp31,73 triliun. Dari 395 saham yang naik, 252 saham mengalami penurunan, sementara 157 saham tidak berubah. Bursa saham di Asia juga menunjukkan pergerakan yang beragam, di mana indeks Nikkei meningkat, sedangkan indeks Hang Seng dan Shanghai mengalami penurunan.