melanieforassembly.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Selasa sore, mencatatkan kenaikan sebesar 4,90 poin atau 0,05 persen menjadi 8.980,23. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan yang terjadi di bursa saham Asia lainnya. Namun, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan justru mengalami penurunan 6,30 poin atau 0,72 persen, berakhir di 876,12.
Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral Indonesia muncul setelah legislator mengesahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan dua bankir karier lainnya. Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai potensi pengaruh politik dalam pengambilan kebijakan moneter.
Dari sisi internasional, pelaku pasar tengah menantikan keputusan suku bunga dari The Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan FOMC yang dijadwalkan pada 27-28 Januari mendatang. Prediksi menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan akan menahan tingkat suku bunga acuan, meskipun ada kekhawatiran mengenai independensinya, apalagi dengan munculnya isu penggantian ketua The Fed.
Pada perdagangan hari itu, IHSG memulai sesi dengan penurunan namun berhasil berbalik arah untuk menutup perdagangan dengan catatan positif. Beberapa sektor yang mencatatkan penguatan termasuk sektor teknologi yang meningkat 2,14 persen. Sebaliknya, sektor industri mengalami penurunan paling dalam sebesar 3,45 persen.
Jumlah transaksi saham mencapai 3.322.465 dengan total nilai transaksi Rp27,48 triliun, di mana 279 saham mengalami kenaikan, 410 saham menurun, dan 117 saham tidak bergerak. Pergerakan Asia juga menunjukkan tren positif, dengan indeks Nikkei, Hang Seng, dan Shanghai masing-masing mencatatkan kenaikan.