melanieforassembly.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merayakan momen penting dengan pencapaian harga saham yang meningkat sekitar 48 kali lipat sejak penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2003. Harga saham BRI yang awalnya ditawarkan sebesar Rp875 per lembar kini mencapai Rp3.690 per lembar, mengalami kenaikan 0,27 persen dalam sepekan terakhir, meskipun terkoreksi 5,38 persen dalam sebulan terakhir.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan konsistensi strategi bisnis dan transformasi berkelanjutan yang telah dijalankan oleh BRI selama lebih dari dua dekade. Sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRI telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil, dengan kapitalisasi pasar yang melejit dari Rp100 triliun dalam empat tahun pertama menjadi Rp300 triliun pada 2015.
Sebagai perusahaan pelat merah dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, BRI telah melakukan beberapa aksi korporasi, seperti stock split untuk meningkatkan likuiditas dan membuat sahamnya lebih terjangkau bagi investor ritel. Di tahun 2022, kapitalisasi pasar BRI mencapai Rp700 triliun, dan diperkirakan akan tetap solid meskipun menghadapi fluktuasi harga yang disebabkan oleh kondisi pasar global.
Menjelang akhir tahun 2023, harga saham BRI diperkirakan mencapai Rp5.725 per lembar, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp867 triliun. Meskipun tantangan di pasar tetap ada, banyak analis percaya bahwa fundamental BRI tetap kuat. Per kuartal ketiga 2025, kapitalisasi pasar BRI tercatat sebesar Rp591,1 triliun, menempatkannya di peringkat keempat di antara bank-bank terbesar di Asia Tenggara.