melanieforassembly.com – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berkomitmen mendukung transisi energi dan konektivitas digital di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui sinergi antara infrastruktur digital dan energi yang berkelanjutan. DSSA menekankan pentingnya penerapan energi baru dan terbarukan (EBT), serta transformasi praktik pertambangan menjadi lebih berkelanjutan.
Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita Prasetya, menyatakan bahwa perusahaan akan memperkuat operasionalnya dengan menerapkan praktik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Upaya ini mencakup peningkatan efisiensi penggunaan energi serta pengurangan emisi dan limbah. DSSA telah memulai elektrifikasi armada operasional di PT Borneo Indobara (BIB) sebagai bagian dari transisi menuju pertambangan hijau.
Dalam portofolio EBT, DSSA mengoperasikan pabrik panel surya berkapasitas 1 gigawatt di Kendal dan aktif mengembangkan proyek panas bumi. Eksplorasi saat ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi 440 megawatt di beberapa wilayah termasuk Jawa Barat dan Sulawesi. Kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia akan memperkuat kapabilitas teknis perusahaan.
DSSA juga berkolaborasi dengan iFLYTEK untuk mendorong transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Jaringan fiber optik yang dikelola meliputi sekitar 57.000 km, dengan lebih dari 9 juta homepass dan 1 juta pelanggan broadband. Selain itu, pengembangan 24 Edge Data Center di berbagai lokasi strategis bertujuan untuk memastikan pemrosesan data yang efisien.
Perusahaan melihat ada potensi besar di pasar digital, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan di sektor fixed broadband mencapai 10 persen. Direktur DSSA, David Audy, menekankan pentingnya energi yang andal dan konektivitas yang merata untuk mempercepat adopsi AI di Indonesia, menjadikan perusahaan sebagai pionir dalam bidang tersebut.