Site icon melanieforassembly.com

Bursa Karbon RI Mencatatkan Transaksi Sebesar Rp78,37 Miliar

[original_title]

melanieforassembly.com – Bursa Karbon Indonesia, atau IDXCarbon, mencatat nilai transaksi karbon mencapai Rp78,37 miliar per 22 Agustus 2025, sejak peluncurannya pada 26 September 2023. Volume transaksi mencapai 1.604.781 ton karbon ekuivalen (CO2e), dengan 281 kali transaksi yang terdata.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Ignatius Denny Wicaksono, mengungkapkan bahwa meskipun mayoritas transaksi berasal dari perusahaan tercatat dan anak perusahaannya, keanekaragaman pengguna jasa semakin meningkat. “Banyak pelaku pasar karbon yang mulai meritelkan perdagangan karbon ini,” katanya dalam acara Edukasi Wartawan di Jakarta.

Hingga saat ini, terdapat 119 Pengguna Jasa Bursa Karbon (PJBK) terdaftar, dengan total delapan proyek yang dicatat di IDXCarbon. Denny juga menyampaikan bahwa karbon kredit sebagai offset emisi tercatat sebesar 981.323 tCO2e, digunakan oleh 1.367 entitas, termasuk 1.124 individu dan 229 institusi.

Aktivitas retail yang berkomitmen pada keberlanjutan semakin meningkat, dengan banyak yang turut melakukan offset emisi. Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi hijau, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan”. Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, menekankan pentingnya pemahaman yang baik untuk mendorong partisipasi yang lebih luas di sektor jasa keuangan dalam perdagangan karbon.

Buku tersebut mencakup berbagai informasi mengenai kebijakan, regulasi, dan mekanisme perdagangan karbon, serta tantangan yang mungkin dihadapi dan peran strategis sektor jasa keuangan dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Exit mobile version